Peran Pemuda Di Era Milenial - Mahasiswa KKN UIN Walisongo

Peran Pemuda di Era Milenial


Abstrack

Youth, youth is not something foreign in our society. Indonesia must be very famous  with the word youth. There and upright, until the independence of this country we love, one of the reasons is because of the role of youth at that time. The Unitary State of the Republic of Indonesia has been fought for by the past youth who inhabited this country. Because their blood and enthusiasm are what make us able to live safely, comfortably, and have a future on the earth we love. And in this day and age, the role of the millennial generation is expected to become agents of change. Given his always fresh ideas, creative and innovative thinking which is believed to be able to encourage the transformation of this world for a better direction, by chance  and development.

Keyword: Pemuda, era millenial

Pemuda, pemuda bukan lah sesuatu yang asing di tengah masyarakat kita. Indonesia pasti sudah sangat familiar dengan kata pemuda. Ada dan tegak, hingga merdeka nya negara yang kita cintai ini, salah satunya karena peran pemuda masa itu. 

Negara Kesatuan Republik Indonesia ini banyak diperjuangkan pemuda-pemudi masa lampau yang mendiami negeri ini. Karena darah dan semangat merekalah yang menjadikan kita bisa hidup aman, nyaman, dan mempunyai masa depan di bumi yang kita cintai ini.dan pada zaman sekrang ini peran generasi millenial sangatlah diharapkan, untuk menjadi agen perubahan ( Agent of Change ).

Mengingat ide idenya yang selalu segar, pemikirannya yang kreatif dan inovatif yang diyakini akan mampu mendorong terjadinya transformasi dunia ini ke arah yang lebih baik lagi, melalui perubahan dan pengembangan.                         


PENDAHULUAN

Dunia saat ini sudah move on  dari zaman kuno, dan memasuki era milenial, dimana era ini disebut sebagai masa dimana teknologi berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi didalamnya.  

Di era sekarang ini dengan segala kecangihanya teknologi tingkat dari sebuah persaingan juga semakin meninggi sehingga menuntut kualitas dan kinerja dari manusianya untuk lebih ditingkatkan, pemuda harus mampu beradaptasi dengan lebih baik untuk melakukan navigasi yang lincah dan tepat agar dapat memecahkan sebuah masalah. Sehingga saat ini pemuda merupakan agen perubahan (agent of change) yang sangat diharapkan untuk membuat perubahan yang baik untuk kedepanya.

Pemuda juga bisa dinamakan sebagai gambaran titik tertinggi dari perkembangan jiwa manusia sehingga adalam fase ini merupakan waktu yang sangat idel bagi seorang untuk bebas melakukan hal apapun dalam hidupnya, pemuda juga dapat disebut sebagai seseorang yang memiliki semanagt tinggi, berintelektual, dan bertenaga bagi indonesia.


PEMBAHASAN

Peran adalah seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seseorang sesuai kedudukannya dalam suatu sistem (fahrudin 2011). Peran dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam maupun dari luar dan bersifat stabil Kozier Barbara (2000:51). 

Di era sekarang ini dengan segala kecangihanya teknologi tingkat dari sebuah persaingan juga semakin meninggi sehingga menuntut kualitas dan kinerja dari manusianya untuk lebih ditingkatkan, pemuda harus mampu beradaptasi dengan lebih baik untuk melakukan navigasi yang lincah dan tepat agar dapat memecahkan sebuah masalah. Sehingga saat ini pemuda merupakan agen perubahan (agent of change) yang sangat diharapkan untuk membuat perubahan yang baik untuk kedepanya.

Menurut Soekanto(2009:212-213) adalah proses dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, dia menjalankan suatu peranan. Perbedaan antara kedudukan dengan peranan adalah untuk kepentingan ilmu pengetahuan. 

Keduanya tidak dapat dipisah-pisahkan karena yang satu tergantung pada yang lain dan sebaliknya. Seseorang melaksanakan hak dan kewajiban, berarti telah menjalankan suatu peran. Kita selalu menulis kata peran tetapi kadang kita sulit mengartikan dan definisi peran tersebut. Peran biasa juga disandingkan dengan fungsi. Peran dan status tidak dapat dipisahkan. 

Tidak ada peran tanpa kedudukan atau status, begitu pula tidak ada status tanpa peran. Setiap orang mempunyai bermacam-macam peran yang dijalankan dalam pergaulan hidupnya di masyarakat. Peran menentukan apa yang diperbuat seseorang bagi masyarakat. Peran juga menentukan kesempatan-kesempatan yang diberikan oleh masyarakat kepadanya. Peran diatur oleh norma norma yang berlaku.

Pemuda adalah seseorang yang sangat penting yang mempunyai tanggung jawab besar sebagi penerus bangsa, generasi yang mengisi dan melanjutkan tongkat estafer pembangunan negara secara terus menerus,  seperti apa yang telah di ucapkan oleh soekarno dalam pidatonya “beri aku seribu orang tua niscaya akan kuguncangkan dunia”. 

Yang mempunyai makna seribu orang tua hanya bermimpi, sedangkan satu orang pemuda dapat mengubah hidupmu”(kompasiana). Jadi seorang pemudalah yang mempunyai tanggung jawab dan cita-cita harapan bangsa yang sangat besar.

Pemuda juga bukanlah sesuatu yang asing bagi masyarakat  kita, kita tahu bahwa pemuda merupakan ujung tombak yang sangat krusial dalam menentukan tapak tilas sejarah dimasa yang akan datang atau dimasa depan. Begitu pentingnya peran pemuda, sehingga menjadi permata yang berharga untuk menuntun masa depan masyarakat.

Seperti saat sekarang ini  Pemuda masyarakat atau biasa disebut karang taruna ini merupakan sebuah wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh karena adanya kesadaran lingkungan dan rasa tanngung jawab para anggotanya untuk ikut mangaktifkan organisasi yang perlu ditekankan lagi, seperti yang ada didesa buniwah kecamatan bumijawa anggota karang taruna sendiri dilihat sangat  aktif dalam organisasinya. 

Karang taruna sangat sangat aktif dan sanggat inisiatif untuk mengaktifkan organisasi masyraakat yaitu dengan mengadakan atau membuka sebuah organisasi yang dinamakan oemah godong garing,oemah godong garing ini merupakan binaan atau naunggan ketua rt yang dibantu oleh karangtaruna setempat, Omah Seni Godong Garing bergerak bersama karang taruna  dengan tujuan utama pemberdayaan pemuda untuk berpartisipasi dan berbagi ilmu seputar seni serta pengajaran terhadap anak-anak dan lingkungan sekitar.

Sedangkan pengertian generasi milenial sendiri adalah generasi yang sangat mahir dalam teknologi. Dengan kemampuannya di dunia teknologi dan sarana yang ada, generasi ini memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya. 

Namun sayangnya, dari beberapa statistik yang saya baca, dikatakan bahwa generasi milenial cenderung lebih tidak peduli terhadap keadaan sosial, termasuk lingkungan hidup disekitar mereka. Mereka cenderung lebih fokus kepada pola hidup kebebasan dan hedonisme. 

Mereka cenderung menginginkan hal yang instan dan tidak menghargai proses (Rahmawati 2004). Di era ini segala sesuatu bergerak dengan cepat, dunia menjadi tanpa batas, informasi dapat diperoleh dimana saja dan dari siapa saja. 

Generasi masa kini harus berusaha dan mampu menjadi bijak terutama dalam penggunaan media sosial. Media sosial ini mirip dengan politik, tergantung bagaimana kita menggunakannya. Kita bisa berguna dan bertambah pintar apabila menggunakan media sosial dengan benar, tapi kita juga bisa menjadi penyebar hoax dan menjadi bodoh apabila kita menggunakan media sosial dengan tidak
benar.

Di era ini dengan segala kecanggihan teknologi, tingkat persaingan juga semakin tinggi.Kualitas dan kinerja manusia juga dituntut menjadi semakin tinggi. Generasi masa kini harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar dan menjadi lebih baik dengan cepat serta melakukan navigasi yang lincah dan tepat untuk dapat memecahkan setiap masalah. 

Pada kesempatan kali ini KKN RDR 75 UIN Walisongo Kelompok 110 berkolaborasi bersama Oemah Seni Godong Garing yang merupakan Kelompok Binaan dibawah naungan Ketua RT 04/01 Desa Buniwah. Kec. Bojong Kab. Tegal, kegiatan Oemah Seni meliputi Seni Musik, Seni Rupa, Seni Tari, Budaya Literasi dan Religi. Serangkaian tersebut dilaksanakan dengan jadwal per minggu untuk dilaksanakan pemuda setempat bersama anak- anak. 

Diusulkan sejak tahun 2017 untuk membentuk kelompok seni namun tidak langsung terlaksana karena masih kurang kompaknya pemuda desa pada saat itu, sehingga Omah Seni Godong Garing hanya terbentuk sebagai kelompok kecil saja dan belum memiliki pengabdian terhadap lingkungan secara khusus. Lambat laun keaktifan pemuda untuk turut membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan pun mulai nampak, sehingga Omah Seni Godong Garing mampu berdiri sampai sekarang.

Dengan berkolaborasi pada Mahasiswa KKN RDR 75 Kelompok 110 UIN Walisongo Semarang, meskipun Omah Seni Godong Garing sudah berdiri namun kami ciptakan pengukuhan kembali atas inisiasi warga dan pemuda untuk kembali menghidupkan omah seni, dengan kegiatan tambahan kegiatan dari kami berupa penambahan kegiatan Religi dan Literasi dan lebih menggencarkan pada pengajaran pengetahuan anak-anak.

Dalam pelaksanaannya setiap seminggu sekali anak-anak diajarkan banyak hal secara bergantian tiap minggunya. Mulai dari penumbuhan minat baca, dalam kelompok minat baca dan pengembangan pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat vital sebagai dasar untuk anak-anak sebelum mempelajari sesuatu secara lebih lagi. 

Pemahaman yang diberikan dengan model pendekatan dan pengenalan terhadap bacaan buku yang sudah disediakan seperti buku cerita, novel, motivasi, pengetahuan serta cerita rakyat lain yang mampu menarik minat baca anak-anak. 

Tersedia sekitar lebih dari 200 buku dalam kelompok sebagai bahan bacaan untuk anak-anak, dewasa dan umum sehingga mampu dinikmati oleh seluruh kalangan yang sudah berkenan mampir di tempat yang sudah disediakan. Selain penyediaan buku juga kerap diadakan diskusi kajian tertentu sebagai bentuk refleksi pengetahuan serta penambahan wawasan dan ajang tukar fikir. Juga diadakan acara nonton film bersama untuk lebih mempererat kebersamaan yang terjalin. Menggunakan sistem pendekatan dan belajar bersama tanpa memandang usia.

Kemudian pembelajaran dan pengenalan musik angklung, sebagai selingan agar tidak monoton dalam mempelajari sesuatu anak-anak juga dajarkan mengenal dan memahami music tradisional angklung. Dilaksanakan pada minggu pagi sesuai kebutuhan lapangan saat pelaksanaan. 

Selain dalam hal pembelajaran dan pewarisan pengetahuan angklung sendiri juga merupakan salah satu bahan hiburan dengan suaranya yang khas untuk didengar dan dinikmati. Jadi semua kalangan dapat menikati dan mendengarkan dengan tenang tanpa ada batasan. Kegiatan tersebut dibimbing oleh para pemuda setempat yang sangat inisiatif untuk mengadakan kegiatan tersebut. Dalam hal ini peran pemudalah sangat penting bagi masyarakat setempat.

Selain itu dalam pelaksanaanya untuk memperingati Hari Pahlawan bertajuk Pahlawan Milenial, mahasiswa KKN kelompok 110 juga mengadakan kegiatan lomba-lomba untuk memeriahkan kegiatan anak-anak setempat mulai dari lomba mewarnai khusus anak Tk Ma’arif  NU dan lomba-lomba untuk menghibur kegiatan mereka, setelah selesai lomba mewarnai anak-anak diajak jalan-jalan untuk pengenalan taman edukasi dimana mereka disana diperkenalkan berbagai macam jenis bunga dan tanaman herbal, selain itu kita melaksakan pengukuhan kembali Oemah Seni Godong Garing oleh mahasiswa KKN RDR 75 dan BPD (Badan Pengawas Desa) Buniwah yaitu Bapak Karyono Rasyid, dilanjutkan nonton bersama warga setempat Buniwah Rt 04 Rw 01 kecamatan Bojong dalam rangka memeriahkan Hari Pahlawan.


Kesimpulan

Pemuda diera milenial ialah seorang pemuda yang sangat memiliki peran penting yang mempunyai tanggung jawab besar sebagai penerus bangsa, generasi yang mengisi dan melanjutkan tongkat estafet pembangunan bangsa dan negara secara terus menerus yang  memiliki banyak peluang untuk bisa berada jauh di depan dibanding generasi sebelumnya, kita sebagai pemuda masyarakat harus berperan aktif dan lebih  bisa menyesuaikan sesuaikan sikap dan tindakan apa yang harus dipraktikkan di lingkungan sendiri. 

Pada pengabdian melakukan kegiatan yeng mencakup beberapa kegiatan yang berkolaborasi dengan pemah godong Garing berupa: pengukuhan kembali oemah Godong Garing bersama bapak BPD, perlombaan bersama anak-anak dan pengenalan taman Edukasi pendidikan, pembelajaran dan pengenalan musik angklung, sebagai selingan agar tidak monoton dalam mempelajari sesuatu anak-anak juga dajarkan mengenal dan memahami music tradisional angklung.


Daftar Pustaka

Fahrudin, Adi. Ph.D. 2011. Pemberdayaan Peran dan Penguatan Kapasitas Generasi milenial. Bandung
: Buku Pendidikan-Anggota IKAPI.
https://www.kompasiana.com/rezanky/5df77e0dd541df29d90ff442/peran-pemuda-milenial-dalam-membangun-bangsa
Rahmawati, Destiana. 2018. Millennials and I-Generation Life. Yogyakarta: Laksana.

Reactions

Post a comment

0 Comments