Strategi dalam proses pendampingan belajar anak diwaktu KBM-Daring sembari melakukan pembiasaan hidup bersih dan sehat pada anak

Pembiasaan hidup bersih

Robbiatul Addawiyah (1704026030)
KKN-RDR 75 UIN Walisongo Semarang

Dimasa pandemi covid-19 ini, Negara Indonesia termasuk dalam negara yang darurat covid-19. Itu sebabnya banyak sekali kegiatan-kegiatan yang terpaksanya dirubah menjadi daring(dalam jaringan), seperti bekerja dirumah, kegiatan belajar mengajar di sekolah dan ibadah yang dilakukan dirumah masing-masing untuk mengantisipasi penularancovid-19 dan membantu pemerintah dalam memutus mata rantai persebaran covid-19 di Indonesia. 

Dengan tatanan baru maka semua aktivitas dirubah menjadi melakukan kegiatan/aktivitas berada dari rumah masing-masing.

Penerapan gaya hidup bersih dan sehat harus diterapkan orang tua pada anak untuk membiasakan anak dalam menjaga kesehatan, terlebih dalam kondisi covid-19 ini. 

Pembiasaan sejak dini untuk hidup sehat pada anak sangat efektive, karena di usia anak-anak itulah perkataan-perkataan baik yang disampaikan orang lain akan terekam dalam sugesti anak, yang akan menjadikan anak berperilaku sama seperti apa yang dikatakan orang lain. 

Selan pembiasaan hidup bersih, juga anak mulai dikenalkan dengan makanan sehat, karena faktor makanan sangat berpengaruh terhadap kondisi kesehatan anak, apa yang iya makan itu menjadi kunci kesehatan dan keseimbangan daya tahan tubuh anak.

Karena semua dilakukan dengan online system Sebagai orang tua tidak mudah untuk bisa maksimal dalam mendampingi anak belajar dirumah, entah itu karena orang tua juga mempunyai tanggungan pekerjaan dirumah yang dilakukan dengan online juga ataupun keterbatasan pengetahuan orang tua siswa dalam penguasaan teknologi informasi. 

Belum lagi dengan kondisi ekonomi, masyarakat yang ekonominya berada ditaraf rendah maka adanya kegiatan sekolah online ini akan menjadi masalah baru, karena secara tidak langsung ada pengeluaran membeli pulsa untuk keperluan anak sekolah. 

Tetapi bagaimanapun juga dalam kondisi pandemi covid-19 sekalipun anak harus tetap memperoleh pendidikan yang maksimal, dari mulai banyaknya bantuan-bantuan sosial dari pemerintah berupa sembako, maupun bantuan pulsa untuk keperluan sekolah online pun menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat dikalangan bawah. 

Berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk tetap bisa memberikan fasilitas terbaik untuk bangsa ini sudah dilakukan.


Pembiasaan hidup bersih

 

Dilansir dari kompasiana.com bahwa, dalam sebuah penelitian yang sudah dilakukan mengatakan peran serta orangtua di Indonesia dalam komunikasi pendidikan masih sangat rendah, rata-rata orang tua hanya membebankan dan memberi tanggung jawab penuh pendidikan anaknya lewat guru disekolah saja, tidak banyak orang tua yang memantau pendidikan anaknya di sekolah ketika dirumah. 

Itu sebabnya menjadi faktor kurang maksimalnya KBM yang dilakukan secara online dirumah masing-masing. peran orang tua sangat efektif sebagai pembentukan karakter, ketahanan siswa dan meningkatkan kelulusan siswa.

Covid-19 telah mengubah semuanya, orang tua yang mempunyai anak yang masih butuh untuk melakukan pendidikan disekolah pun sedikit demi sedikit mulai berbenah untuk bisa menaruh perhatian besar terhadap peran orang tua dalam pendidikan anak. 

Orang tua yang kini menganggap bahwa kebutuhan pendidikan anak hanya sebatas iuran sekolah dan rapat komite sekarang sudah berubah lebih baik dalam pendampingan belajar anak. 

Pendampingan yang intens orang tua dalam pendidikan anak akan membuat orang tua mengetahui kelebihan dan kekurangan anak terhadap penguasaan anak dalam memahami pelajaran. 

Pendidikan dan peran orang tua sangar berhubungan erat, dimana orang tua yang seharusnya menjadi motivasi terhadap pendidikan anak, bukan hanya membebankan pihak sekolah saja, walaupun kenyataannya banyak orang tua siswa yang menginginkan untuk membuka sekolah seperti biasanya (tatap muka) karena keterbatasan waktu serta kurangnya pemahaman materi anak oleh orang tua.

Situasi pandemi tidak menjadi alasan untuk orang tua sebagai fasilitator anak belajar dirumah, banyak sekali yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi waktu ketika anak bosan dan enggan mengerjakan tugas sekolah dirumah bersama orang tua. 

Hal yang perlu dilakukan orang tua adalah jangan biarkan anak untuk mengerjakan tugas sekolah hingga sampai menumpuk, ajaklah anak untuk mengerjakan tugas dengan rutin setiap harinya agar beban tidak banyak, jangan sampai anak merasa setres terbebani tugas dari sekolahan. 

Dan ketika anak sedang mengerjakan tugas atau melakukan kegiatan belajat mengajar secara online, maka sediakan tempat yang nyaman, tidak dalam kondisi yang membuat anak susah untuk berkonsentrasi menerima pelajaran.

Gunakan hari libur sebagai Refreshing dengan pengenalann alam disekitar rumah dengan tetap menggunakan protokol kesehatan, mengajak bercocok tanam, melakukan olahraga ringan di rumah dan ajaklah anak untuk bisa belajar untuk hidup bersih dan sehat setiap harinya, dan kenalilah anak untuk bisa memanfaatkan barang bekas untuk dijadikan barang yang bermanfaat, untuk menjadi kegiatan yang menyenangkan agar anak tidak merasa boring. 

Yang terpenting adalah kenalilah anak untuk lebih dekat dengan tuhanya dengan cara beribadah, melakukan kebaikan antar sesama, karena dengan hal itu karakter  positif anak akan terbentuk sejak dini.


Pembiasaan hidup bersih

 

Mungkin itu saja pemaparan singkat mengenai pembiasaan hidup bersih sehat pada anak, serta bagaimana strategi pendampingan belajar pada anak dimasa pandemi covid-19, kurang lebihnya mohon maaf.

By. Robiatul Addawiyah

Reactions

Post a comment

0 Comments