Omah seni dogong garing buniwah


Minggu (11/10) Mahasiswa KKN RDR 75 berkolaborasi dalam pelaksanaan acara Omah Seni Godong Garing. Merupakan Kelompok Binaan di bawah naungan Ketua RT 04/01 Desa Buniwah dan bekolaborasi dengan KKN RDR 75 UIN Walisongo Kelompok 110. Omah Seni Godong Garing bergerak bersama dengan tujuan utama pemberdayaan pemuda untuk berpartisipasi dan berbagi ilmu seputar seni serta pengajaran terhadap anak-anak dan lingkungan sekitar.

Bertempat di Desa Buniwah RT 04/01 Desa Buniwah Kec. Bojong Kab. Tegal, kegiatan omah seni meliputi Seni Musik, Seni rupa, Seni Tari , Budaya Literasi dan religi. Serangkaian tersebut dilaksanakan dengan jadwal per minggu untuk dilaksanakan pemuda setempat bersama anak anak. 

Diusulkan sejak tahun 2017 untuk membentuk kelompok seni namun tidak langsung terlaksana karna masih kurang kompaknya pemuda desa pada saat itu, sehingga Omah Seni Godong Garing hanya terbentuk sebagai kelompok kecil saja dan belum memiliki pengabdian terhadap lingkungan secara khusus. Lambat laun keaktifan pemuda untuk turut membantu dan berpartisipasi dalam kegiatan pun mulai nampak, sehingga Omah Seni Godong Garing mampu berdiri sampai sekarang.

Dengan berkolaborasi pada Mahasiswa KKN RDR 75 UIN Walisongo Semarang, meskipun Omah Seni Godong Garing sudah berdiri namun kami ciptakan pengukuhan kembali atas inisiasi warga dan pemuda untuk kembali menghidupkan omah seni, dengan kegiatan tambahan kegiatan dari kami berupa penambahan kegiatan Religi dan Literasi dan lebih menggencarkan pada pengajaran pengetahuan anak-anak.

kunjungan kkn uin walisongon ke omah seni godong garing

Dalam pelaksanaannya setiap seminggu sekali anak-anak diajarkan banyak hal secara bergantian tiap minggunya. Mulai dari penumbuhan minat baca, dalam kelompok minat baca dan pengembangan pengetahuan merupakan sesuatu yang sangat vital sebagai dasar untuk anak-anak sebelum mempelajari sesuatu secara lebih lagi. 

Pemahaman yang diberikan dengan model pendekatan dan pengenalan terhadap bacaan buku yang sudah disediakan seperti buku cerita, novel, motivasi, pengetahuan serta cerita rakyat lain yang mampu menarik minat baca anak-anak. 

Tersedia sekitar lebih dari 200 buku dalam kelompok sebagai bahan bacaan untuk anak-anak, dewasa dan umum sehingga mampu dinikmati oleh seluruh kalangan yang sudah berkenan mampir di tempat yang sudah disediakan. 

Selain penyediaan buku juga kerap diadakan diskusi kajian tertentu sebagai bentuk refleksi pengetahuan serta penambahan wawasan dan ajang tukar fikir. Juga diadakan acara nonton film bersama untuk lebih mempererat kebersamaan yang terjalin. Menggunakan sistem pendekatan dan belajar bersama tanpa memandang usia.

Kemudian pembelajaran dan pengenalan musik angklung, sebagai selingan agar tidak monoton dalam mempelajari sesuatu anak-anak juga dajarkan mengenal dan memahami music tradisional angklung. Dilaksanakan pada minggu pagi sesuai kebutuhan lapangan saat pelaksanaan. 

Selain dalam hal pembelajaran dan pewarisan pengetahuan angklung sendiri juga merupakan salah satu bahan hiburan dengan suaranya yang khas untuk didengar dan dinikmati. Jadi semua kalangan dapat menikati dan mendengarkan dengan tenang tanpa ada batasan.

Write A Comment