Pentingnya Bahasa Arab Untuk Anak anak
KKN UIN Walisongo mengajarkan Bahasa Arab Bersama Alam

 

Danawarih-Balapulang-Tegal, Setelah pembentukan Lesehan Baca di Dk. Baturgedong RT 01 RW 01 Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang mengisi Kegiatan di dalamnya dengan mengajarkan Bahasa Arab langsung terjun dengan alam. 

Kegiatan yang diberi nama Tadabur Alam ini melibatkan anak – anak desa Dk. Baturgedong yang rata – rata usinya masih duduk di Sekolah Dasar dan Taman Kanak-kanak. 

Kegiatan ini merupakan salah satu program individu untuk tugas KKN Dari Rumah Nada Fitri Hawa. Dengan dibantu beberapa rekan sesama mahasiswanya Nada Fitri Hawa mengumpulkan anak – anak di hari minggu, pada tanggal 27 Oktober 2020. 

Sebelum memulai kegiatanya Nada mengaajak anak-anak berkumpul di depan Musola Darussalam untuk dibagikan lembaran kertas mufrodat yang akan dipelajari dan mengajarkan beberapa lagu-lagu anak yang berbahasa Arab. 

Setelah semua tersampaikan anak – anak diaajak berkeliling alam disekitar desa Danawarih untuk langsung mempraktekan apa yang telah dipelajari. Mufrodat yang diberikan adalah mufrodat tentang alam – alam sekitar. 

Kemudian pada saat pelaksanaanya anak – anak diperintah untuk menunjukan alam sekitar dalam Bahasa Arab. 

Bahasa Arab merukan Bahasa yang sangat melekat pada diri orang yang beragama Islam. Menjadikan seseorang muslim perlu mempelajari Bahasa ini melihat kitab suci umat Islam Al-Qur’an mengguanakan Bahasa Arab.

Maka untuk memahami isi kitabnya juga perlu memahami bahasnya.
“meskipun anak – anak sudah terbiasa bertemu dengan Bahasa Arab, namun mereka belum memahami artinya. 

Melalui kegiatan ini saya berharap sedikit demi sedikit anak – anak memahami arti Bahasa arab” ujar Nada sebagai pelaksana acara ini. 

Dengan adanya kegiatan ini para orang tua menyambut dengan Bahagia dan penuh antusias. Bahkan para orang tua sendiri yang mengantarka putra putrinya mengikuti kegiatan ini. “kegiatan ini sangat bermanfaat bagi anak – anak dari pada mereka bermain games online dari bangun tidur sampai tidur lagi. 

Melihat sekolah online yang mulai membosankan bagi anak – anak” tutur bu Fidoh selaku orang tua dari Anjani yang mengikuti kegiatan ini. 

Kegiatan ini memang bertujuan untuk melepaskan rasa bosan belajar anak – anak yang menggunakan sistem daring dan yang menjadi pelarian mereka adalah games online. 

Ini adalah sebuah peralihan dari pelarian saja supaya anak – anak bisa bermain sambil belajar.

Penulis : Nada Fitri Hawa

Write A Comment