Strategi Mengembangkan Bakat Anak Lewat Mengaji di TPQ

    Melihat kegagalan dalam pencapaian tujuan yang berakibat banyaknya krisis moral yang saat ini tentu adanya suatu pendidikan religi menjadi salah satu solusi terbaik untuk meyelamatkan penerus keilmuan. 

Sebagai masyarakat Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama islam, maka pendidikan keagamaan dan akhlak dapat dimulai sejak usia dini. 

Pendidikan religi yang anak usia dini dapat dilakukan secara informal melalui keluarga maupun lingkungan sosial masyarakat, salah satu bentuknya adalah melalui Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ). 

Untuk mencapai pencapaian tujuan yang sempurna dalam pembelajaran di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) , maka dibutuhkanya strategi pembelajaran.

    Strategi dibutukan oleh semua organisasi, termasuk juga organisasi pendidikan, karena tanpa strategi pencapaian tujuan pendidikan akan sulit. Stategi juga dibutuhkan dalam setiap pembelajaran, karena pada dasarnya pembelajaran mwrupakan upaya untuk memperoleh tujuan belajar yang sesuai dengan apa yang diharapkan. 

Strategi yang baik menentukan baik buruknya pembelajaran, bagaimana seorang pendidik menggunakan strategi yang tepat, penyediaan alat belajar yang tepat, dan suasana belajar yang kondusif. Itu semua sangat mempengaruhi keberasilan belajar.

    Pendidikan di Taman Pendidikan Al-Quran. Lebih menekankan pada keberhasilan akhlak meskipun juga terdapat dimensi intelektual. 

Peserta didik atau santri/santriwati akan mendapatkan pendampingan yang lebih maksimal dalam dimensi akhlak dibandingkan pendidikan formal di sekolah. 

Hal tersebut dikarenakan strategi yang tepat membuat peserta didik dapat merasakan kenyamanan dalam belajar, materi yang disampaikan mudah dipahami, dan lebih mudah diimplementasiakan dalam kehidupan sehari-hari. 

    Strategi belajar secara umun yang dilakukan di Taman Pendidikan Al-Quran yaitu secara tatap muka langsung dengan peserta didik dengan jumlah yang lebih sedikit karena pada umumnya pendidik di TPQ relatif banyak. 

Konsep pembelajaran dilakukan seperti pada awal kehadiran peserta didik membaca Asmaul Husna, dilanjutkan membaca salam dan pendidik atau ustadz/ustadzah menjawab salam, kemudian pendidik mengabsen, dilanjutkan materi, kemudian mengaji, dan diakhiri dengan do’a penutup majlis. 

Dalam evaluasi pembelajaran di TPQ secara umum ada dua, yaitu mengaji (Membaca iqra’ dan Al-Quran) seta pelajaran khitabah.

Penulis : Nadia Latifatul F

Write A Comment