Suasana pasar rebonan pada sore selasa menjelang petang di Jabal Nur kota Kaliwungu.
Suasana pasar rebonan pada sore selasa menjelang petang di Jabal Nur kota Kaliwungu.   
Para pengunjung tumpah ruah di pasar malam rebonan wilayah kendal di Desa Protomulyo, Kota Kaliwungu. Padahal Kota Kaliwungu menjadi zona merah penyebab covid-19.
Pasar malam rebonan merupakan pasar dadakan yang diadakan setiap malam rabu dimulai buka dari hari selasa sore ba’da asyar sampai malam pukul 21.00 Wib, terlihat pasar malam rebonan tersebut tampak ramai oleh sejumlah orang. Mereka hilir mudik dan tak memedulikam protokol kesehatan.
Kondisi pasar malam rebonan ini memang mirip dengan tempat wisata ziarah karna terletak di Jabal Nur yang mana menjadi tempat peristirahatan terakhir ulama-ulama Kaliwungu jadi tidak heran apabila banyak orang berkunjung kesini sekedar berziarah ataupun sekalian mengunjungi pasar dadakan setiap malam rabu bahkan sekedar ingin mengujungi pasar rebonan.
 
 
Suasana pasar rebonan pada sore selasa menjelang petang di Jabal Nur kota Kaliwungu.
 
Atik, satu dari pengunjung pasar malam asal Batang, mengaku khawatir tertular Covid-19 ketika padatnnya aktivitas publik.
“Saya pertama kali mengunjungi kesini bersama rombongan teman Pondok Al Hikmah Tugu Semarang, berniat untuk ziarah ke makam kiai guru. Namun saat sesampai disini sangat kaget karna kondisinya sangat mengkhawatirkan, takut kena corona, ternyata ada pasar malam” selasa sore (10/11/2020).
 
Sementara Ibu masri’ah, pedagang bala pecah dipasar rebonan mengaku sangat menguntungkan karna dagangannya untung besar walaupun hanya menjual obralan bala pecah seharga 2000an semua tapi antusias pengunjung begitu besar menjadikan dagangannya laris karna harganya yang sangat murah.
“Ya gimana mba, kondisi seperti ini kalau gak ada aktifitas berjualan dan tidak memberikan harga murah, ekonomi juga menurun” tutur Ibu Masri’ah.
 
Kondisi pasar malam rebonan terlihat ramai dimalam hari dan bergiliran para pengunjung.
 
 
Tahun ini merupakan tahun yang cukup berat. Pandemi Covid-19 ini, mempengaruhi sektor perekonomian, yang mana berimbas pada struktur pendapatan. Dimana roda perekonomian sebagai salah satu variabel pembangunan daerah tetap harus berputar.
 
Dan diharapkan dengan adanya perputaran ini, pemerintah dapat mengatasi permasalahan yang ada. Tanpa mengabaikan protokol kesehatan yang mana sudah ditentukan.
Untuk itu pasar dadakan ini menjadikan salah satu mata pencarian warga kaliwungu untuk menambah pendapatan dimasa pandemi ini yang mana pasar-pasar tradisional sudah tidak diminati dan sedikit pengunjung dibandingkan pasar dadakan yang mana antusias para pengunjung sangat besar untuk mengunjunginya.
 
By. Qonita

Write A Comment